Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal kain tenun berbahan serat daun nanas di Kelurahan Gunung Ibul, Kota Prabumulih. Penelitian ini mengangkat aspek-aspek sosial, ekonomi, dan budaya dalam upaya pelestarian tradisi tenun serat daun nanas yang telah menjadi bagian dari identitas lokal masyarakat setempat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pengrajin, pengelola sentra tenun, serta perangkat kelurahan yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait pelestarian kain tenun serat daun nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Gunung Ibul melakukan berbagai upaya pelestarian kain tenun serat daun nanas melalui tiga aspek utama. Pertama, peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan bantuan alat dari pemerintah. Kedua, pewarisan keterampilan tenun secara turun-temurun, di mana pengrajin lokal berperan penting dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda, meskipun masih ada tantangan terkait rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi ini. Ketiga, pengenalan produk melalui media digital yang semakin memperluas pasar bagi kain tenun serat daun nanas, baik di tingkat lokal maupun internasional. Namun, upaya pelestarian ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Keterbatasan bahan baku serat daun nanas yang berkualitas menjadi salah satu hambatan utama. Meskipun tanaman nanas banyak tumbuh di daerah tersebut, belum ada sistem pengelolaan yang optimal untuk memenuhi kebutuhan produksi. Selain itu, regenerasi pengrajin muda yang terbatas dan ketergantungan pada alat tenun manual menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan volume produksi. Di sisi lain, meskipun terdapat dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, tantangan dalam hal pendanaan dan distribusi produk tetap mempengaruhi keberlanjutan usaha ini. Dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan kain tenun serat nanas sebagai wujud kearifan lokal. Penyuluhan dan pelatihan bagi pengrajin, pemberian fasilitas produksi yang lebih modern, serta promosi yang lebih intensif di media sosial dapat membuka peluang yang lebih besar bagi produk ini.
Copyrights © 2025