Penelitian ini meneliti pengaruh Kesehatan Mental dan emosional yang dihadapi oleh anak-anak yang ibunya merantau untuk bekerja, mengungkapkan dampak signifikan pada kesehatan mental dan kinerja akademis mereka. Temuan menunjukkan bahwa anak-anak ini sering mengalami kesedihan, kesepian, dan kecemasan, yang mengakibatkan penurunan fokus dan motivasi di sekolah. Faktor sosial-ekonomi memainkan peran penting, karena keluarga dengan status ekonomi yang lebih rendah lebih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka, yang memperburuk masalah psikologis. Penelitian ini menyoroti perbedaan respons emosional yang terkait dengan usia, di mana anak-anak yang lebih muda menunjukkan kesedihan dan kesulitan berkonsentrasi, sementara anak-anak yang lebih tua mungkin merasa terisolasi dan menantang, meskipun tetap mempertahankan empati. Selain itu, beberapa anak mengembangkan strategi koping yang positif, seperti memahami ketidakhadiran ibu mereka, yang membantu mengatasi kesedihan emosional mereka. Secara keseluruhan, studi ini menekankan perlunya dukungan yang terarah bagi keluarga yang terkena dampak migrasi ibu untuk mendorong perkembangan emosional dan sosial yang lebih sehat pada anak-anak.
Copyrights © 2025