Penelitian ini menjawab tantangan pembelajaran IPA SD, khususnya sifat abstrak materi rantai makanan dan miskonsepsi siswa yang tinggi. Laporan Kemendikbud (2023) menunjukkan 68% siswa kelas IV-V mengalami kesulitan memahami interaksi trofik, sementara 52% guru bergantung pada metode cmedia tradisionalah. Selain itu, 45% kerja kelompok didominasi anggota tertentu, menghambat kolaborasi. Melalui meta-analisis, penelitian mengkaji efektivitas model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Media tradisional—media permainan tradisional yang mengkontekstualisasikan aliran energi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dari 10 jurnal nasional/internasional di Google Scholar. Hasil membuktikan sinergi TGT-Media tradisional meningkatkan pemahaman konsep (rata-rata hasil belajar naik 42%) dan kerjasama (ketuntasan kelas meningkat 18,75%). Pendekatan gamifikasi ini signifikan memacu motivasi, keterlibatan kinestetik, dan partisipasi setara dalam kelompok. Namun, implementasi memerlukan manajemen kelas matang dan pelatihan guru untuk mengatasi kebisingan selama turnamen. Penelitian mengonfirmasi bahwa media berbasis kearifan lokal dengan struktur kooperatif menjadi solusi pedagogi sains di daerah terbatas sumber daya.
Copyrights © 2025