Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan integritas moral mahasiswa, namun keterbatasan alokasi waktu hanya 2 SKS selama satu semester (±14 pertemuan) menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai efektivitas pembelajaran. Urgensi penguatan nilai-nilai agama semakin mendesak di tengah maraknya degradasi moral, kriminalitas, kekerasan seksual, pergaulan bebas, serta pengaruh globalisasi yang memudarkan nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi membangun efektivitas pembelajaran PAI di PTU melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), menggunakan sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PAI dapat dicapai melalui perumusan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, peningkatan kompetensi dosen, penggunaan metode pembelajaran kontekstual berbasis disiplin ilmu, serta integrasi nilai-nilai akhlak mulia dalam setiap proses akademik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI yang dirancang secara efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk kontrol diri mahasiswa sehingga mampu meminimalisir penyimpangan perilaku. Implikasinya, PTU perlu mengoptimalkan peran PAI sebagai wahana pembentukan insan beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan spiritual.
Copyrights © 2025