Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial dan kultural yang memengaruhi rendahnya minat belajar masyarakat di Jorong Talang Tangah, sebuah wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat belajar dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, nilai-nilai budaya lokal yang kurang mendukung pendidikan formal, serta keterbatasan fasilitas dan dukungan kelembagaan. Anak-anak di wilayah ini cenderung diarahkan untuk membantu pekerjaan orang tua dibanding melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, sekolah belum optimal dalam memberikan layanan pendidikan yang kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya minat belajar bukan hanya disebabkan oleh faktor material, tetapi juga oleh sistem nilai dan struktur sosial yang belum mendukung pendidikan sebagai sarana mobilitas sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan intervensi yang holistik dan berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Copyrights © 2025