Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS, khususnya pada materi kenampakan alam, masih menjadi permasalahan yang perlu perhatian. Pendekatan pembelajaran yang konvensional menyebabkan keterlibatan siswa kurang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan media Baamboozle dalam pembelajaran IPAS dan menggambarkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Serang 3 berdasarkan empat indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, dan dokumentasi. Subjek terdiri dari enam siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis, dengan dua siswa dari tiap kategori (tinggi, sedang, rendah). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing siswa menunjukkan variasi dalam kemampuan berpikir kritisnya. Siswa kategori tinggi lebih mampu menjawab secara reflektif dan mendalam, sedangkan siswa kategori sedang dan rendah cenderung terbatas dalam mengevaluasi dan menyimpulkan informasi. Media Baamboozle memberikan ruang interaksi, namun tidak menjadi satu-satunya penentu kemampuan kritis siswa.
Copyrights © 2025