Temefos dapat menghambat enzim kolinesterase, sehingga menimbulkan gangguan aktivitas syaraf akibat tertimbunnya acetylcholine.Keracunan temefos dapat menyebabkan kegelisahan, hipereksitasi, tremor (gemetar), konvulsi (kejang-kejang), susah bergerak dan kelumpuhan otot. Penggunaan temefos di masyarakat untuk pengendalian nyamuk Aedes aegypti. seringkali tidak mencapai konsentrasi efektif yang dianjurkan oleh Kementrian Kesehatan RI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temefos terhadap aktivitas gerak larva Aedes aegypti apabila terpapar dibawah konsentrasi efektif yaitu di bawah 10 gr dalam 100 liter air. Berdasakan hasil analisis probit didapat konsentrasi uji yaitu 0.150 ppm (KL0), 0.280 ppm (KL25), 0.330 ppm (KL50), 0.384 ppm (KL75), dan 0.433 ppm (KL90). Hasil penelitian meunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi temefos yang digunakan maka semakin lemah aktivitas gerak larva sehingga waktu yang diperlukan semakin lambat untuk menempuh jarak 30 cm. Waktu yang diperlukan oleh larva untuk menempuh jarak 30 cm adalah 2 menit 39 detik(KL0), 3 menit 49 detik (KL25), 9 menit 2 detik(KL50), 14 menit 36 detik (KL75), dan 24 menit 35 detik (KL90). Sedangkan, larva sebagai kontrol hanya memerlukan waktu tempuh 2 menit 57 detik.
Copyrights © 2014