Penelitian ini mengkaji perubahan garis pantai selama satu dekade (2014-2023) di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo yang memiliki panjang garis pantai +- 25,5 km. Garis pantai didapatkan dari ekstraksi citra satelit Landsat 8-9 OLI dengan memanfaatkan Band NIR dan SWIR 1 dan 2. Model perubahan garis pantai didapatkan dari pengolahan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Perhitungan model perubahan garis pantai yang dipilih adalah End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo seperti Pantai Congot, Pantai Glagah, Pantai Bidara, Pantai Bugel, dan Pantai Trisik serta Muara Sungai Progo setiap tahunnya mengalami kemunduran pantai yang ditunjukkan dengan nilai EPR dan LRR yang negatif. Erosi marin tertinggi yang terjadi di wilayah Kepesisiran Kabupaten Kulon Progo terdapat di Muara Sungai Progo, dengan estimasi EPR dan LRR dapat mencapai erosi sejauh 20,4 m/ tahun (EPR) dan 23,1 m/tahun (LRR). Histori erosi marin di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo menyebabkan hilangnya ekonomi dan mata pencaharian. Hasil dari penelitian ini dapat memandu para peneliti dan para pengambil keputusan untuk perencanaan dan pengelolaan wilayah kepesisiran yang berkelanjutan. Kata kunci: Wilayah Kepesisiran, erosi marin, DSAS, EPR, LRR DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.28562
Copyrights © 2024