Dampak erupsi Gunung Semeru pada tanggal 4 Desember 2021 berupa abu vulkanik dan material lainnya dapat diamati secara visual dengan citra penginderaan jauh, dalam hal ini ialah citra resolusi menengah. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra satelit Landsat 8. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan terdampak erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan untuk mendeteksi dampak luasan erupsi ialah dengan memanfaatkan transformasi indeks vegetasi berupa NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), klasifikasi penutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan Maximum Likelihood. Berdasarkan Analisis NDVI, luas wilayah terdampak adalah 2354,24 Ha. Kawasan terdampak erupsi berada di 3 desa yaitu Desa Oro-oro ombo, Desa Supiturang dan Desa sumberwuluh. Perubahan Tutupan lahan didapatkan dari hasil korelasi antara data klasifikasi tutupan lahan pra erupsi dan pasca erupsi. Kelas tutupan lahan hutan sebelum erupsi mempunyai luas 994,33 Ha (42%) mengalami perubahan menjadi 689,54 (30,70%). Sedangkan kelas penggunana lahan Pertanian dan Sawah pada tahun 2021 sebelum erupsi mempunyai total luas 531,14 Ha (22,53%), pasca erupsi mengalami perubahan menjadi 137,45 Ha. Pada kelas penggunaan lahan pemukiman luas sebelum erupsi yaitu 50.62 Ha (3%) mengalami perubahan menjadi 7,18 Ha (0,45%). Kata Kunci: erupsi, gunungapi, semeru, NDVI, lahar DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26950
Copyrights © 2023