Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

POTENSI PENGEMBANGAN MAMAR SEBAGAI MODEL HUTAN RAKYAT DALAM REHABILITASI LAHAN KRITIS DI TIMOR BARAT

Gerson ND. Njurumana (Balai Penelitian Kehutanan Kupang Jl. Untung Surapati No. 7 (belakang) Po. Box 69, Telp. (0380) 823357
Fax. (0380) 831068 Kupang 85115)

Bayu Adrian Victorino (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Benain Noelmina Jl. Eltari II Walikota Kupang 85118 Telp. (0380) 826519
Fax. (0380) 826520
)

Pratiwi Pratiwi (Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165
Telp. 0251-8633234, 7520067
Fax 0251-8638111 Bogor)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2016

Abstract

ABSTRAK Pendekatan rehabilitasi lahan kritis di Timor Barat harus dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Masalah yang dihadapi dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan antara lain: kemiskinan, keterbatasan alternatif lapangan kerja, serta tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap pertanian lahan kering dan hewan ternak. Laju percepatan lahan kritis pada beberapa DAS  seperti DAS Benain Noelmina di Timor Barat sangat tinggi. Dengan demikian, pendekatan rehabilitasi lahan di Timor Barat harus dilakukan secara terpadu dan lebih spesifik dengan mengintegrasikan berbagai komponen yang saling mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai alternatif rehabilitasi lahan melalui pengembangan hutan rakyat berbasis mamar. Metode pendekatan yang digunakan adalah observasi langsung terhadap  karakteristik mamar,  wawancara, dan  pengumpulan data  sekunder.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mamar berpeluang dikembangkan sebagai model hutan rakyat untuk mendukung rehabilitasi lahan. Keuntungan pengembangan mamar adalah diperolehnya dasar pengelolaan lahan kritis dengan menggunakan inisiatif lokal yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sosial budaya dan kearifan lokal masyarakat, sehingga akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan rehabilitasi hutan dan lahan.

Copyrights © 2008