Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap pelayanan sebuah rumah sakit. Salah satu SDM yang memiliki peranan penting dalam sebuah pelayanan di rumah sakit adalah seorang perawat. Seorang perawat memiliki tugas memberikan pelayanan keperawatan dan bertanggung jawab atas kondisi peningkatan kesehatan dan pelayanan bagi pasien. Begitu besarnya tugas dan tanggung jawab perawat, maka pihak rumah sakit harus memiliki perawat yang berkualitas untuk menjamin tugas dan tanggung jawab tersebut dapat terlaksanakan. Untuk mendapatkan seorang perawat yang berkualitas, dalam proses penyeleksian penerimaan perawat pihak rumah sakit harus menyeleksi calon pelamar secara objektif sehingga akan didapatkan calon perawat baru yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit. Hal yang tersulit dalam proses penyeleksian penerimaan perawat adalah meminimalkan faktor subjektifitas dari HRD rumah sakit sehingga setiap pilihan yang dibuat tidak bersifat objektif dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang diharapkan pihak Rumah Sakit . Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut yang tepat dengan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dan menerapkan metode Entropy dan Topsis. Metode Entropy dan Topsis itu sendiri merupakan salah satu dari metode sistem pengambilan keputusan, dimana kegunaan dari metode entropy adalah untuk mendapatkan nilai bobot dari setiap kriteria yang digunakan dan metode topsis sendiri metode yang mengambil keputusan berdasarkan perangkingan atau nilai tertinggi. Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dan metode ini diharapkan dapat membantu pihak rumah sakit dalam mengambil keputusan penerimaan perawat yang tepat dan meningkatkan efesiensi dan objektif dari keputusan tersebut.
Copyrights © 2024