Pertumbuhan hutan setelah penebangan m erepresentasikan dinamika perturnbuhan tegakan melalui penambahan individu pohon baru (ingrowth), peningkatan fase perturnbuhan melalui pertambahan diameter (upgrowth), dan kematian pohon penyusun tegakan (mortality).Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model penduga ingrowth, upgrowth, dan mortality hutan rawa dengan menggunakan data seri petak ukur permanen HPH PT. Inti Prona Provinsi Riau. Model yang dibangun menunjukkan bahwa laju ingrowth, upgrowth, dan mortality dipengaruhi oleh luas bidang dasar tegakan, kerapatan tegakan, dan ukuran pohon. Laju ingrowth dan upgrowth berhubungan negatif dengan luas bidang dasar tegakan, dan ingrowth dan upgrowth akan semakin rendah pada luas bidang dasar tegakan yang semakin besar (tegakan yang lebih rapat). Sedangkan laju mortality berhubungan positif dengan luas bidang dasar tegakan, sehingga laju mortality akan semakin tinggi pada luas bidang dasar tegakan yang semakin besar.
Copyrights © 2005