Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

MODEL PENDUGAAN VOLUME BATANG BERDIRI DENGAN INTEGRASI FUNGSI TAPER JENIS MERANTI (Shorea spp.) : STUDI KASUS DI HPH PT. KIANG NAM DEVELOPMENT INDONESIA SUMATERA UTARA)

Aswandi Darmawan Edy (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli)
Dodo A. Suhada (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
24 Jan 2018

Abstract

Beragamnya  bentuk pohon  membatasi penggunaan  tabel volume dan angka bentuk batang dalam pendugaan volume pohon denganjenis dan lokasi tertentu. Angka bentuk 0,7 yang umumnya digunakan dalam inventarisasi  hutan cenderung  menghasilkan pendugaan volume yang bias, khususnya  bagi bentuk batang yang tidak linear. Studi ini bertujuan untuk menemukan suatu model penduga volume pohon berdiri yang lebih akurat dengan menggunakan pendekatan integrasi fungsi taper. Berdasarkan pengukuran 424 seksi batang dari 89 pohon contoh, diperoleh  fungsi taper dan pendugaan volume pohon berdiri sebagai berikut :~  = 0,652+ 0,542( 1- ;  )- 0,2{ 1-   ;  ) dan n« = Y. "D' (0,96G )- 0,12{; r -o.ms(; J + 0,0121(; )' +o,oo,s(; )')I dimana d :   diameter pada ketinggian h, D :   diameter setinggi dada, h :  ukuran tinggi pohon pada titik tertentu, dan H: tinggi total kayu pertukangan. Pendugaan volume pohon berdirijenis  meranti (Shorea spp.) menggunaan  integrasi fungsi taper menghasilkan pendugaan yang memiliki akurasi tinggi dan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Copyrights © 2005