Beragamnya bentuk pohon membatasi penggunaan tabel volume dan angka bentuk batang dalam pendugaan volume pohon denganjenis dan lokasi tertentu. Angka bentuk 0,7 yang umumnya digunakan dalam inventarisasi hutan cenderung menghasilkan pendugaan volume yang bias, khususnya bagi bentuk batang yang tidak linear. Studi ini bertujuan untuk menemukan suatu model penduga volume pohon berdiri yang lebih akurat dengan menggunakan pendekatan integrasi fungsi taper. Berdasarkan pengukuran 424 seksi batang dari 89 pohon contoh, diperoleh fungsi taper dan pendugaan volume pohon berdiri sebagai berikut :~ = 0,652+ 0,542( 1- ; )- 0,2{ 1- ; ) dan n« = Y. "D' (0,96G )- 0,12{; r -o.ms(; J + 0,0121(; )' +o,oo,s(; )')I dimana d : diameter pada ketinggian h, D : diameter setinggi dada, h : ukuran tinggi pohon pada titik tertentu, dan H: tinggi total kayu pertukangan. Pendugaan volume pohon berdirijenis meranti (Shorea spp.) menggunaan integrasi fungsi taper menghasilkan pendugaan yang memiliki akurasi tinggi dan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.
Copyrights © 2005