Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

KUALITAS PERAIRAN LAHAN BASAH DI SUNGAI COMAL, PEMALANG DAN SUNGAI KEDUNG COET, INDRAMAYU

Reny Sawitri (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Endang Karlina (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
24 Jul 2017

Abstract

Pemanfaatan kawasan untuk jaringan pembuangan industri, sampah rumah tangga, eksploitasi  surnberdaya alam, konversi lahan, pertanian, dan pertambakan berdampak negatif  pada kualitas perairan lahan   basah. Penelitian bertujuan untuk  mendapatkan  informasi tentang berapa besar pengaruh dari berbagai pemanfaatan kawasan terhadap kualitas air secara fisik maupun kirma dan pengaruhnya terhadap keragaman jenis benthos dan plankton  sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling  pada badan Sungai (S) Comal, Pemalang dan S. Kedung Coet, Resor Pemangkuan  Hutan (RPH) Cemara, Bagian  Kesatuan Pemangkuan   Hutan  (BKPH) lndramayu.  Dan hasil penelitian disebutkan bahwa,  kualitas  air  secara fisik rnaupun kimia di  kedua sungai tersebut menurun sebagai akibat dan eksploitasi vegetasi mangrove dan intrusi  air laut dilihat dari residu terlarut (10,373 mg/I dan 33,357  mg/I), sahnitas (20 mg.II  dan 25 mg/I), BOD  (19,88  mgtl  dan 77, I 2 mg/I), COD (48,20  mg/I  dan  188,76  mg/I).  NIP rasio  (77,5 % dan 436,33 %). klorida (Cl)  (3,349 mg/I  dan  12,996  mg/I), sulfat  (179,34  mg/I dan 6,05 mg/I),  besi (0.387  mg/I dan 0.847 mg/I), dan tembaga (0,02 mg/I  dan 0.117 mg/I).  Jenis benthos yang mendominasi kawasan perairan  adalah Gammarus  spp merupakan  jenis yang bertoleransi terhadap pencemaran  lingkungan. Sedangkan dari jenis plankton, kawasan di S. Comal,  Pemalang  digolongkan ke dalam perairan eutrophic dan S. Kedung  Coet, RPH Cemara, BKPH lndramayu termasuk perairan antara eutrophtc dan oligotrophic.

Copyrights © 2006