Pemanfaatan kawasan untuk jaringan pembuangan industri, sampah rumah tangga, eksploitasi surnberdaya alam, konversi lahan, pertanian, dan pertambakan berdampak negatif pada kualitas perairan lahan basah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang berapa besar pengaruh dari berbagai pemanfaatan kawasan terhadap kualitas air secara fisik maupun kirma dan pengaruhnya terhadap keragaman jenis benthos dan plankton sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling pada badan Sungai (S) Comal, Pemalang dan S. Kedung Coet, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Cemara, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) lndramayu. Dan hasil penelitian disebutkan bahwa, kualitas air secara fisik rnaupun kimia di kedua sungai tersebut menurun sebagai akibat dan eksploitasi vegetasi mangrove dan intrusi air laut dilihat dari residu terlarut (10,373 mg/I dan 33,357 mg/I), sahnitas (20 mg.II dan 25 mg/I), BOD (19,88 mgtl dan 77, I 2 mg/I), COD (48,20 mg/I dan 188,76 mg/I). NIP rasio (77,5 % dan 436,33 %). klorida (Cl) (3,349 mg/I dan 12,996 mg/I), sulfat (179,34 mg/I dan 6,05 mg/I), besi (0.387 mg/I dan 0.847 mg/I), dan tembaga (0,02 mg/I dan 0.117 mg/I). Jenis benthos yang mendominasi kawasan perairan adalah Gammarus spp merupakan jenis yang bertoleransi terhadap pencemaran lingkungan. Sedangkan dari jenis plankton, kawasan di S. Comal, Pemalang digolongkan ke dalam perairan eutrophic dan S. Kedung Coet, RPH Cemara, BKPH lndramayu termasuk perairan antara eutrophtc dan oligotrophic.
Copyrights © 2006