Dermatitis kontak adalah peradangan pada lapisan epidermis dan dermis akibat paparan faktor eksogen maupun endogen. Kondisi ini dapat meninbulkan lesi kulit, nyeri, serta dampak pada kualitas hidup dan produktivitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kasus dermatitis kontak di wilayah kerja puskesmas Senyerang. Desain penelitian kuantitatif melalui pendekatan Case Control dengan jumlah sampel 76 orang yang terdiri dari 38 orang sampel kasus dengan perbandingan 1:1 dipilih menggunakan sistem simple random sampling. Variabel penelitian ini yaitu kualitas air bersih, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan pengolahan data berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Tidak terdapat hubungan antara Kualitas fisik air, Personal hygiene, dan Sanitasi lingkungan dengan kejadian dermatitis kontak dengan nilai (p-value= 1.00 dan OR = 1 CI 95% : 0.399-2.509), (p-value = 0.356 dan nilai OR= 0.652 CI 95% : 0.263-1.620), dan nilai p- value = 0.634 dan OR = 1.254 CI 95% : 0.493 – 3.919). Bagi masyarakat agar dapat memperhatikan dan selalu menerapkan personal hygiene serta meningkatkan kesadaran mengenai kualitas sanitasi lingkungan agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat guna mencegah terjadinya dermatitis kontak
Copyrights © 2025