Glaukoma merupakan penyebab kebutaan permanen kedua di Indonesia, dimana peningkatan tekanan intraokular (TIO) merupakan faktor risiko utama terjadinya kondisi ini. Hipertensi juga berperan dalam meningkatkan TIO, sehingga memperbesar risiko terjadinya glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat hipertensi dengan peningkatan TIO pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah riwayat hipertensi dan variabel terikat adalah tekanan intraokular yang diambil dari data rekam medis pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Januari tahun 2023 hingga September tahun 2024. Sebanyak 105 sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 105 sampel terdiri dari 51 laki-laki dan 54 perempuan dengan rata-rata usia 60.93 ± 11.266 tahun. Sebanyak 26 sampel tidak memiliki riwayat hipertensi (24.8%) dan sebanyak 79 sampel memiliki riwayat hipertensi (75.2%). Sebanyak 36 sampel memiliki TIO ? 21 mmHg (34.3%) dan 69 sampel memiliki TIO > 21 mmHg (65.7%). Analisis statistik didapatkan p = 0.015 dan r = 0.236 yang berarti bahwa terdapat hubungan riwayat hipertensi dengan tekanan intraokular pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat hipertensi dengan tekanan intraokular pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dengan arah hubungan yang positif.
Copyrights © 2025