Keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, rendahnya pengetahuan gizi, serta minimnya pemanfaatan lahan pekarangan memperparah risiko kekurangan gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, mendorong perubahan praktik budidaya taman gizi, serta mengevaluasi dampak awal program terhadap kemandirian pangan keluarga nelayan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 30 ibu rumah tangga yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 3 bulan melalui edukasi gizi, pelatihan budidaya sayuran dengan polybag/pot, serta pendampingan rutin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menujukkan rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 55.2 pada pre-test menjadi 89.7 pada post-test, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0.001). Observasi praktik juga memperlihatkan peningkatan nyata, di mana 90% responden mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, 70% memanfaatkan hasil panen untuk konsumsi keluarga, dan 50% sudah mencoba membuat kompos sederhana. Kesimpulan penelitian bahwa program taman gizi keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan budidaya ibu rumah tangga, sekaligus mendorong kemandirian pangan di komunitas nelayan dengan keterbatasan lahan.
Copyrights © 2025