Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

KERAGAMAN BENTHOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS EKOSISTEM PERAIRAN HUTAN PRODUKSI

Reny Sawitri (Puslitbang Hutan Tanaman)
M. Bismark (Puslitbang Hutan)



Article Info

Publish Date
27 Feb 2018

Abstract

Kualitas   ekosistem    pcrairan   di  hutan   produksi    dipeugaruhi   olch teknik   penebangan   hutan  secara konvesional  (CNV) dalamhal  ini TPTI a tau ramah  lingkungan  (Re.duced Impact loggiflg, RIL). Penelitian pengaruh  penebangan   terhadap kualitas air bertujuan melihat dari keragaman   dan populasi  benthos  di perairan CNV dan Rll.  dan menjadikan  keragaman  bcnthos  sebagai indikator kualitas perairan.  Metode penentuan   lokasi  pengambilan   contoh  adalah  purposive random  sampling  dan  parameter  yang  diteliti adalah  kualitas fisik dan kimia air, keragaman benthos, serta  tekstur dasar sungai. hasil penelitian menunjukkan  bahwa keragaman benthos di CNV dipengaruhi oleh BOD dan  COD, sedangkan  di perairan RIL, dipengaruhi oleh  DO.  Kandungan hara yang diindikasikan  dari jumlah nitrogen dan fosfat di kawasan RTL lcbih tinggi daripada  di CNV. Dari  15  jenis  benthos  yang teridcnti  likasi di lokasi penelitian  termasuk ke dalam  9 ordo.  Jenis yang penyebarannya  Joas  atau  dengan  frekuensi keberadaannya  tinggi adalah Laccophylus sp. (Coleoptera),   llagenius sp. (Odonata), Palaemonetes sp. (Dccapoda),  dan Macrobrachium  sp. (Decapoda).  Keberadaan  jenis benthos  ini  dipengaruhi   oleh substrat  dasar sungai  di ekosistem perairan, di mana CNV lebih banyak mengandung  tanah  lempung dan liat dibandingkan   dengan di perairan  RJL, sehingga   populasi  benthos lebih tinggi, yaitu  180  individu  per m2 dibandingkan dengan 108, 75  individu per m2.   Keberadaan  jenis  benthos  tersebut  mcnunjukkan kualitas  air tergolong  dalam kategori  bersih,

Copyrights © 2005