Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

KAJIAN SOSIAL EKONOMI DAN PERSEPSI MASYARAKAT LOKAL TERHADAP REINTRODUKSI BADAK JAWA

Hendra Gunawan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165
Telp.0251-8633234
Fax 0251-8638111 Bogor)

Widodo S. Ramono (Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165
Telp.0251-8633234
Fax 0251-8638111 Bogor)

Andy Gillison (Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165
Telp.0251-8633234
Fax 0251-8638111 Bogor)

Waladi Isnan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165
Telp.0251-8633234
Fax 0251-8638111 Bogor)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2016

Abstract

Program  reintroduksi  menjadi  pilihan  terakhir  upaya  penyelamatan badak jawa  (Rhinoceros  sondaicus Desmarest, 1822) dari kepunahan dengan menciptakan suatu meta populasi di habitat-habitat alternatif yang pernah menjadi daerah sebarannya.  Selain perlu studi kesesuaian dan kelayakan habitat, juga perlu kajian faktor-faktor eksternal non teknis yang dapat mempengaruhi keberhasilan program reintroduksi antara lain kondisi sosial-ekonomi, persepsi, dan dukungan masyarakat di sekitar calon habitat kedua.   Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kondisi sosial-ekonomi, persepsi, dan sikap masyarakat di sekitar calon habitat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Honje (Taman Nasional Ujung Kulon) dan Gunung Halimun (Taman Nasional Gunung Halimun-Salak).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat sekitar calon habitat kedua badak jawa di Gunung Honje dan Gunung Halimun adalah petani dengan tingkat kesejahteraan rendah dan ketergantungan terhadap sumberdaya hutan yang tinggi. Dukungan terhadap program reintroduksi badak oleh  responden sekitar Gunung Honje hanya 46%, dan dari responden sekitar Gunung Halimun 23%.  Sementara  penolakan dari responden sekitar Gunung Honje 24% dan penolakan dari responden sekitar Gunung Halimun mencapai 54%.  Sikap, dukungan atau penolakan terhadap reintroduksi badak dari responden sekitar Gunung Honje secara sangat signifikan dipengaruhi oleh status mereka (perambah/bukan perambah), citra taman nasional di mata masyarakat dan persepsi terhadap hutan, taman nasional, dan badak. Sementara di sekitar Gunung Halimun dipengaruhi secara signifikan oleh citra taman nasional dan sangat signifikan oleh persepsi masyarakat terhadap hutan, taman nasional, dan badak.

Copyrights © 2012