Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

KESESUAIAN JENIS MURBEI DAN BIOFISIK DAERAH KERING SULAWESI SELATAN

Budi Santoso (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Makassar)
Bintarto Wahyu Wardani (Puslitbang Hutan)
Retno Prayudyaningsih (Puslitbang Hutan)



Article Info

Publish Date
05 Mar 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kesesuaian jenis murbei, curah hujan, dan fisik serta kimia tanah daerah pengembangan persuteraan alam di Sulawesi Selatan pada musim kemarau. Penelitian dilaksanakan di dua lokasi yaitu Lawowoi (Kabupaten Sidrap) dan Sabbangparu (Kabupaten Wajo). Pada setiap lokasi dibagi menjadi tiga blok dan setiap blok terdiri atas sembilan jenis/varietas murbei. Parameter yang diamati adalah produktivitas  daun, curah hujan, sifat fisik dan kimia tanah. Produksi daun tertinggi di Wajo dan Sidrap dihasilkan oleh Morus khunpai K. yaitu 193,67 g/tanaman di Wajo dan 194,00 g/tanaman di Sidrap. Curah hujan di Lawowoi (Sidrap) dan Sabbangparu (Wajo) rendah, sehingga kurang mendukung untuk pertumbuhan tanaman murbei. Tanah di Lawowoi layak digunakan untuk budidaya tanaman murbei, namun harus ditambahkan pupuk nitrogen, kalsium, dan posfor. Sedang tanah di Sabbangparu harus dipupuk dengan nitrogen, kalsium, dan posfor serta diperbaiki tekstur tanahnya. 

Copyrights © 2006