Kegiatan eksploitasi hutan telah diketahui sebagai salah satu penyebab kerusakan hutan hujan tropik di Indonesia. Penelinan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi hutan khususnya strata tajuk yang sangat diperlukan untuk mengetahui kerusakan hutan akibat kegiatan penebangan. Penelitian ini dilakukan pada lokasi hutan produksi bekas tebangan milik PT. lnhutani I dan II di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Data dikumpulkan dan 16 petak ukur permanen berukuran masing-masing 1 hektar, terdiri dari 4 petak di LOA-5, LOA-10, dan LOA-30, serta 4 petak pada hutan primer yang belum ditebang. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa secara umum tidak dijumpai adanya pohon menjulang (emergent) pada hutan primer dan LOA-30. Areal ini memiliki strata tajuk yang lebih rendah dibandingkan LOA-5 dan LOA-10. Pada hutan primer, strata tajuk atas dan tengah didommasi oleh jenis-jenis dari suku Diprerocarpaceae, sedangkan Koompassia malaccensis Maing. ex. Benth. dominan di strata tajuk paling atas (emergent) pada LOA-5, LOA- 10, dan LOA-30. Pohon-pohon menjulang (emergent) pada LOA- 10 didominasi oleh Koompassia excelsa (Becc.) Taub. sedangkan pada LOA-5 didommasi oleh Shorea parvifolia Oyer.
Copyrights © 2006