Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

KARAKTERISTIK LAHAN KRITIS BEKAS LETUSAN GUNUNG BATUR DI KABUPATEN BANGLI, BALI

Ryke Nandini (Balai Penelitian Kehutanan Mataram Jl. Dharma Bakti No.7 Desa Langko, Kecamatan Lingsar-Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat)
Budi Hadi Narendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Jl. Gunung Batu No 5, Kotak Pos 165
Telp.0251-8633234, 7520067
Fax.0251-868111 - Bogor)



Article Info

Publish Date
22 Mar 2016

Abstract

 Lahan  bekas  letusan  Gunung  Batur  merupakan  salah  satu  bagian  yang  sangat  penting  dalam  upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Bekas letusan Gunung Batur meningggalkan karakteristik biofisik yang khas yang menyebabkan perlunya suatu kajian tentang karakteristik lahan bekas letusan Gunung Batur agar dapat disusun suatu strategi rehabilitasi hutan dan lahan. Karakteristik lahan yang dikaji antara lain meliputi iklim, fisiologi dan geologi, tanah, hidrologi, serta vegetasi dan penutupan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipe iklim di lokasi penelitian adalah E (agak kering) dengan curah hujan rata-rata tahunan 1750,9 mm. Secara fisiologis lokasi penelitian merupakan bentukan lahan asal vulkanik yang didominasi oleh medan lava dengan geologi tersusun atas batuan ignimbrit, basalt, breksi vulkanik dan andesit. Kesuburan tanah termasuk sangat rendah dan potensi hidrologi yang ada berupa mata air yang ada di sekitar danau Batur. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah tusam (Pinus merkusii Jungh.& de Vriese) dan ampupu (Eucalyptus urophylla S.T.Blake).

Copyrights © 2012