Globalisasi K-pop menciptakan berbagai komunitas penggemar yang disebut fandom. Sejak awal kehadiran Korean Wave di Indonesia, Twitter memang sudah menjadi salah satu platform terbesar dimana para fandom Korea, terutama K-pop fan, berkumpul,berinteraksi, dan bergabung dalam kegiatan yang sama. Namun, kegiatan bersama yang dilakukan para anggota fandom ini justru sering memunculkan perilaku agresif verbal yang umumya dipicu oleh kecintaan berlebihan (fanatisme) fan terhadap sang idola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan fanatisme terhadap perilaku agresif verbal pada penggemar idola K-pop di Twitter. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Terdapat 149 data responden yang terkumpul dan layak untuk diolah. Data dikumpulkan dengan skala fanatisme dan agresi verbal secara digital melalui formulir Google (Google Form).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara fanatisme dengan agresi verbal pada penggemar idola K-Pop di Twitter (r=0.238 dan p=0.003). Penggemar idola K-pop dengan tingkat fanatisme yang tinggi akan menunjukkan tingkat agresi verbal yang tinggi.
Copyrights © 2024