Semakin berkembangnya zaman, perusahaan dituntut untuk mempertahankan pangsa pasarnya, salah satunya adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. Sebuah perusahaan karoseri di Tangerang yang memproduksi Body Dump Truck juga dituntut untuk melakukan pengendalian kualitas tersebut untuk dapat bersaing ditengah banyaknya industri karoseri. Dalam proses pembuatan produk tersebut, terdapat hambatan yaitu temuan-temuan defect pengelasan oleh Welding Inspector. Temuan defect pengelasan ini terjadi pada produk utamanya yaitu Body Dump Truck. Pada periode enam bulan produksi diketahui terdapat beberapa jenis defect yang paling umum menjadi temuan, yaitu porosity, undercut, spatter, crack dan slag inclusion. Perusahaan memberikan batas maksimal defect pengelasan adalah sebesar 0,3%. Dengan menggunakan pareto,diketahui jumlah tertinggi defect pengelasan yaitu porosity. Dari defect terbesar yang diketahui, pada penelitian ini difokuskan dalam mengidentifikasi dan memberikan usulan perbaikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dan DMAIC. Dari penggunaan metode Six Sigma dan DMAIC tersebut dapat diketahui rencana atau usulan perbaikan. Usulan perbaikan diterapkan dengan pembuatan dan penerapan standar. Dari perbaikan tersebut didapatkan hasil penurunan defect porosity dan juga diikuti oleh meningkatnya nilai sigma dari 4.18 sigma menjadi 4.48 sigma.
Copyrights © 2024