Indonesia merupakan negara kepulauanterbesar di dunia yang mengalokasikan sekitar 64% atau seluas120,5 juta hektar daratannya sebagai Kawasan Hutan,sedangkan sisanya merupakan Areal Penggunaan Lain (APL).Saat ini kebakaran hutan di Indonesia masih sering terjadi baikterjadi karena kemarau yang berkepanjangan atau juga kasuskebakaran hutan ilegal. Hal ini menyebabkan kerugian besarbagi negara maupun masyarakat sekitar. Kasus kebakaranhutan sering kali tidak dapat dideteksi yang menyebabkankebakaran besar. Pada Tugas Akhir Capstone Design inidilakukan perancangan Sistem Monitoring Kebakaran HutanMenggunakan Antena Array VHF sebagai solusi untukmengatasi masalah kebakaran hutan di Indonesia yang masihsering terjadi.Pada pengukuran parameter return loss, VSWR, dan gainyang dilakukan terdapat perbedaan hasil pengukuran antenatunggal dan antena array 2 elemen. Pada antena tunggal nilaireturn loss sebesar -10,572 dB, VSWR bernilai 1,8110, dan nilaigain sebesar 2, 0186 dBi. Sedangkan pengukuran antena array2 elemen didapatkan nilai return loss -15,575 dB, nilai VSWRsebesar 1,4267, dan gain 3, 8891 dBi. Sedangkan untuk polaradiasi dan polarisasi kedua nya sama yaitu omnidirectional danelips. Kata kunci— Antena, Array, SIMO
Copyrights © 2024