Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PENGAWETAN TUJUH JENIS KAYU SECARA RENDAMAN DINGIN DENGAN BAHAN PENGAWET IMPRALIT 16 SP DAN IMPRALIT CKB

Sasa Abdurrohim (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
25 Aug 2017

Abstract

Tujuh jenis  kayu dalam keadaan kering udara berukuran 5 x 5 x 50 cm, diawetkan dengan proses rendaman dingin menggunakan bahan pengawet lmpralit 16 SP dan  lmpralit CKB. Lama rendaman dingin yang digunakan 3 dan 5 hari dengan  konsentrasi  larutan 5 % dan 10 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh jenis kayu yang diieliti, dua jenis, yaitu sengon  dan tusam, dapat diawetkan bahan pengawet  Impralit 16 SP dengan kondisi yang digunakan dalam penelitian ini, sedangkan Lima jenis kayu lainnya, yaitu damar, gmelina, rengas, sumpung dan suren, tidak ada yang mencapai persyaratan yang ditentukan. Dengan bahan pengawet  Impralit CKB hanya  berhasil baik pada satu jenis  kayu, yaitu pada kayu tusam. Bahan pengawet lmpralit 16 SP dengan konsentrasi 10 % dan lama perendaman masing-masing 5 hari dan 3 hari hanya dapat digunakan mengawetkan kayu sengon dan tusam yang dipasang di bawah atap tanpa berhubungan dengan tanah. Kayu tusam yang digunakan di bawah atap dan di udara terbuka tanpa berhubungan dengan tanah dapat diawetkan bahan pengawet lmpralit CKB masing-masing dengan konsentrasi 5 %  dan 10 %  selama 5 hari dan 3 hari.

Copyrights © 1996