Latar Belakang: Sindrom pramenstruasi adalah perubahan gejala fisik dan emosional yang terjadi 7-14 hari sebelum menstruasi. Stres merupakan salah satu penyebab terbesar sindrom pramenstruasi. Stres merupakan pengalaman individu terhadap situasi yang diterjemahkan berdasarkan persepsinya sendiri. Untuk mengetahui gambaran tingkat stres terhadap sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi. Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan responden menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 72 responden dan analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah orang dewasa sebanyak 55,6%. Sebagian besar responden dikategorikan tidak stres sebanyak 54,2%. Sebagian besar responden yang mengalami sindrom pramenstruasi dikategorikan tidak ada gejala hingga gejala ringan 54,2%. Berdasarkan hasil bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi (P-value=0,000).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi keperawatan STIKes X Kota Bekasi.
Copyrights © 2024