Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerjemahan terminologi dalam bidang teknik elektro, khususnya perbandingan antara bahasa Inggris sebagai bahasa global ilmu pengetahuan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu penerjemahan harfiah versus makna konseptual, penggunaan istilah serapan langsung, serta variasi padanan istilah yang belum sepenuhnya terstandar. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif berbasis kajian literatur dari sumber-sumber otoritatif, termasuk standar internasional (IEEE), Standar Nasional Indonesia (SNI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta buku ajar teknik elektro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam pemaknaan istilah teknis, seperti resistance, ground, dan Miniature Circuit Breaker yang lebih populer dalam bentuk serapan. Fenomena ini menegaskan bahwa faktor globalisasi, kebiasaan praktik di lapangan, dan kurangnya koordinasi penerjemahan menjadi penyebab utama ketidakkonsistenan terminologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya standardisasi istilah sangat mendesak untuk menghindari multiinterpretasi, meningkatkan efektivitas komunikasi teknis, serta memperkuat peran bahasa Indonesia agar tetap relevan dalam menghadapi perkembangan global di era revolusi industri 4.0.
Copyrights © 2025