Sistem distribusi 20 kV memiliki kerentanan terhadap gangguan yang disebabkan karena arus hubung singkat sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan peralatan serta mengganggu kontinuitas pasokan energi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem proteksi arus lebih (OCR) pada Penyulang Nginden 20 kV di PT PLN UP3 Surabaya Selatan. Analisis menunjukkan bahwa nilai arus gangguan menurun seiring bertambahnya jarak titik gangguan dari gardu induk. Gangguan tiga fasa menghasilkan arus tertinggi, yakni 17.021,27 A pada posisi 10% panjang penyulang, dan menurun hingga 5.137,42 A di ujung penyulang (100%). Untuk gangguan dua fasa, arus berkisar dari 8.510,63 A hingga 2.568,71 A, sedangkan gangguan satu fasa ke tanah berada pada rentang 5.655,67 A hingga 1.517,61 A. Penentuan setting OCR mengacu pada arus beban 480 A, dengan rasio CT 1000/5 dan faktor keamanan 1,2, sehingga diperoleh arus setting 576 A serta Time Multiplier Setting (TMS) sebesar 0,150 detik. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa waktu kerja relay bervariasi sesuai jenis dan lokasi gangguan: gangguan tiga fasa terdeteksi paling cepat, yakni 0,299–0,469 detik; gangguan dua fasa berada pada kisaran 0,379–0,691 detik; sedangkan gangguan satu fasa ke tanah memiliki waktu deteksi terlama, yaitu 0,449–1,073 detik. Konfigurasi setting ini memenuhi kriteria keandalan, selektivitas, sensitivitas, dan kecepatan operasi, sehingga dapat mendukung optimalisasi kinerja sistem proteksi pada jaringan distribusi 20 kV.
Copyrights © 2025