Kebutuhan aspal di Indonesia secara nasional belum dapat terpenuhi hanya dari produksi aspal minyak dalam negeri, sehingga sekitar setengahnya masih harus diimpor. Hal ini yang melatarbelakangi penelitian ini yang mana pemanfaatan sumber daya mineral berupa Aspal Batu Buton (Asbuton) yang banyak terdapat di Pulau Buton ialah cara mengatasi ketergantungan akan impor aspal minyak. Asbuton Murni Ekstraksi Penuh merupakan salah satu produk olahan Asbuton. Produk ini dibuat dengan mengekstrak Asbuton Lawele hingga menjadi aspal murni, artinya kadar mineralnya nol persen atau kurang. Riset ini tujuannya yaitu guna meninjau perbandingan karakteristik campuran Asphaltic Concrete - Wearing Course (AC-WC) dengan Asbuton Murni Full Ekstraksi dan Aspal Pen 60/70 karenanya bias diketahui apakah campuran dengan aspal Asbuton Murni Full Ekstraksi mempunyai kinerja yang sama atau lebih baik dibanding bercampuran aspal Pen 60/70. Metode risetnya yaitu eksperimental di laboratorium dengan jenis gradasi AC-WC yang mengacu ke Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Rev 2. Kadar aspal optimum dimana yang diperoleh guna Asbuton Murni Full Ekstraksi sebesar 5.8% dan Aspal Pen 60/70 sebesar 5.5%. Analisis data dilakukan dengan menggunakan temuan uji kinerja Marshall, seperti Meltability dan Stability, dan ujian volumetrik, seperti VIM, VMA, dan VFB. Berdasarkan hasil penelitian, karakterisitik campuran AC-WC Asbuton Murni Full Ekstraksi, kinerjanya lebih baik dibanding AC-WC Aspal Pen 60/70 ditinjaunya berdasar nilai stabilitasnya Marshall lebih tinggi 2004,14 kg berbanding 1826,31 kg juga nilai kelelehannya lebih tinggi 3,43 berbanding 3,06 mm.
Copyrights © 2023