Produksi kacang panjang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen sehingga memerlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC dan MOL rebung bambu, perbedaan antara perlakuan kontrol dengan kombinasi perlakuan, serta menentukan konsentrasi POC dan MOL rebung bambu terbaik. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2023 di Dusun Pelem. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial (3x3)+1. Faktor I konsentrasi POC dengan 3 taraf yaitu 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Faktor II konsentrasi MOL rebung bambu dengan 3 taraf yaitu 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml/l. Kontrol menggunakan pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan POC dan MOL rebung bambu pada parameter panjang sulur 35 HST dan bobot polong per petak. Kombinasi perlakuan POC dan MOL rebung bambu dengan perlakuan kontrol tidak menunjukkan perbedaan terhadap semua parameter. Perlakuan POC 9 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST, umur berbunga, bobot biji kering per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, sedangkan MOL rebung bambu 200 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST dan jumlah polong per tanaman.
Copyrights © 2024