Eceng gondok dapat bermanfaat sebagai bahan organik dalam industri pertanian, tetapi pertumbuhannya yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah dalam ekosistem perairan. Pertumbuhannya yang cepat dapat menghalangi aliran udara, menyebabkan transpirasi, dan menghambat pertumbuhan biota di perairan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemberian dosis pupuk organik cair dan kompos berbahan baku eceng gondok untuk budidaya mentimun. Percobaan faktorial dengan dua komponen yang digunakan dalam tiga ulangan diimplementasikan melalui Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pertama, dosis pupuk kompos eceng gondok: 0 gram per tanaman (p0), 200 gram per tanaman (p1), dan 400 gram per tanaman (p2). Kedua, pemberian dosis pupuk organik cair eceng gondok: 0 mili per liter (d0), 100 mili per liter (d1), 200 mili per liter (d2), dan 300 mili per liter (d3). Analisis varians dengan taraf 5% digunakan dalam menganalisis data. Jika terdapat pengaruh signifikan maka di uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya Interaksi pada panjang sulur, jumlah daun, nisbah pupus akar, jumlah buah, bobot buah per tanaman, dan per petak. Dosis pupuk kompos eceng gondok yang optimum adalah 200 gram per tanaman, dan dosis pupuk cair organik eceng gondok yang optimum adalah 200 mili per liter
Copyrights © 2024