Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami dampak phubbing dari perspektif etika sosial, khususnya dalam lingkungan pendidikan tinggi keislaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu pendekatan penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan mendalam terhadap suatu fenomena. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketergantungan yang tinggi pada gadgets (dependency on gadgets) sebesar 44%, tingkat social disconnectedness atau keterputusan sosial relatif rendah di kalangan mahasiswa, sebesar 27%, dan ignore others and switch to gadgets 29%. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai etis yang diajarkan dalam pendidikan keislaman memiliki peran penting dalam mencegah dampak negatif phubbing, terutama terkait dengan pengabaian lingkungan sosial. Dari perspektif etika Levinas, kesadaran akan tanggung jawab sosial dan keberadaan “wajah” orang lain menghalangi individu untuk melakukan phubbing, sekalipun kecenderungan penggunaan gadget tinggi. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penanaman etika tanggung jawab dalam mengurangi dampak negatif phubbing di lingkungan pendidikan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kesadaran sosial mahasiswa, serta mengevaluasi efektivitas program pendidikan etika dalam mengurangi perilaku phubbing pada kelompok usia remaja dan dewasa muda.
Copyrights © 2024