Himpitan kemiskinan keluarga menjadi pendorong utama putus sekolah dan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi, guna membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga untuk mempertahankan kehidupan. Salah satu bentuk keterlibatan ekonomi anak adalah menjadi pemulung. Kegiatan sebagai pemulung dipandang mudah karena tidak melalui seleksi dan ijasah, namun penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada dua orang anak laki-laki yang bekerja sebagai pemulung di TPST Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sampel penelitian dilakukan secara purposive yaitu dua anak laki-laki berusia 11 tahun yang bekerja sebagai pemulung dan merupakan siswa kelas 5 sekolah dasar. Untuk memperoleh informasi terkait motivasi belajar, digunakan protokol wawancara yang dikembangkan peneliti. Triangulasi dilakukan dengan mewawancarai guru dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang bekerja menjadi pemulung di TPST Bantar Gebang Bekasi, masih mempunyai cita-cita dan tekun mengikuti pelajaran formal di sekolah serta ekstra kurikuler dengan harapan menambah pengetahuan sehingga memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan.
Copyrights © 2023