Banjir di Kota Dili disebabkan oleh dua kemungkinan, antara lain banjir kiriman dan banjir genangan. Penelitian ini dapat dilakukan di Kota Dili mulai dari Tasi-tolu hingga Becora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai kondisi tanah/batuan, tekstur tanah, bentuk lahan di daerah kota Dili, Mengetahui potensi terjadinya banjir berdasarkan parameter -parameter dari data-data curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah dan penggunaan lahan serta penanggulangan yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya bencana banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey atau pemetaan geologi dan Analisis data dengan menggunakan Analisis Laboratorium dan analisis Geology dengan membuat peta overlay untuk peta kerawanan banjir. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis petografi batuan yang ada di daerah penelitian kota Dili adalah batuan metamorf dan berasal dari formasi Aileu sedangakan berdasarkan analisis sifat fisik tanah,menujukan bahwa tanah yang ada daerah penelitian kota Dili merupakan jenis tanah alluvial dan nilai permeabilitasnya <0,5 dan infiltrasinya <0,04 sehingga sistem penyerapan air kedalam tanah sangat lambat. Letak daerah rawan banjir pada penelitian ini terdapat (20) titik lokasi rawan banjir yaitu Area Comoro (Rotunda Pres. Nicolau Lobato), Area Caicoli, Area Avanca, Bairro-Pite, Area Hudi-Laran, Area Lanud, Area Manleoana (Dili Institute of Technology), Area Kampung Alor, Pantai Kelapa, Area Merkadu-Lama, Kintal ki’ik, Area Virgoloja, Vila-Verde, Area Bemori, Audian, Area Mota Maloa, Area Bekusi, Area Taibesi, Area Becora Benamauc Mota ulun dan area Bidau. Factor utama yang mempengaruhi sering terjadi banjir adalah faktor topografi, faktor manusia dan faktor infrastruktur.
Copyrights © 2023