Jurnal Perkotaan
Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024

Daging Buatan Hasil Rekayasa Genetika Ditinjau dari Kehalalannya dan Hukum Perlindungan Konsumen

Yanti Fristikawati (Fakultas Hukum, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)
Ferdinandus Hartadi Eddy Nugroho (Fakultas Hukum, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya)



Article Info

Publish Date
08 Aug 2024

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang  memenuhi kebutuhan pangannya dari hasil peternakan seperti daging unggas dan daging sapi. Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan akan daging sapi, maka mulai dikembangkan daging sapi dari hasil rekayasa genetika atau disebut daging in vitro.  Adanya jenis daging rekayasa genetika ini di satu sisi memberikan  solusi untuk kebutuhan daging di masyarakat, namun di sisi lain menimbulkan permasalahan anatara lain apakah daging tersebut aman dikonsumsi dan apakah masuk kedalam makanan halal menurut hukum Islam. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana perlindungan masyarakat sebagai konsumen terkait daging buatan laboratorium hasil rekayasa genetika sesuai dengan aturan yang ada, serta bagaimana tentang kehalalan daging tersebut menurut MUI dan NU. Penelitian dilakukan secara yuridis normatif dengan mengkaji aturan dan berbagai bahan sekunder lainnya. Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen,dan UU tentang Pangan, maka konsumen dapat terlindungi sehingga jika daging buatan hasil rekayasa di laboratorium aman bagi kesehatan manusia. Namun dalam penerapan aturan tersebut perlu pengawasan. Kehalalan juga sudah dipenuhi dengan penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia. Dengan demikian daging buatan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan menjadi alternatif pengganti daging alami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

perkotaan

Publisher

Subject

Environmental Science

Description

Jurnal Perkotaan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel orisinal atas hasil penelitian atau kajian kritis mengenai suatu tema perkotaan yang disoroti dari beberapa sudut keilmuan. Jurnal Perkotaan terbit sejak Juni 2007 dengan satu tema untuk setiap terbitan. Terbit sebanyak dua kali setahun, ...