Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang serius di Indonesia karena berdampak langsung terhadap stabilitas psikologis dan kehidupan sosial pasangan muda. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh pernikahan dini terhadap keharmonisan keluarga serta kematangan emosional dengan mengacu pada teori perkembangan psikososial Erikson. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai penyebab dan dampak pernikahan usia muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, tekanan sosial, dan pergaulan bebas menjadi pemicu utama pernikahan dini. Akibatnya, pasangan muda sering menghadapi konflik, komunikasi yang tidak efektif, dan meningkatnya kemungkinan perceraian. Kurangnya kematangan emosional ini menyebabkan pasangan muda rentan terhadap stres dan kesulitan beradaptasi. Hal ini sejalan dengan teori Erikson, yang menyatakan bahwa masa remaja pada tahap Identity vs Role Confusion, yakni fase pencarian identitas diri, bukan periode untuk memikul tanggung jawab rumah tangga atau merawat anak. Secara keseluruhan, kesiapan psikologis dan kematangan emosional yang minim menjadi faktor utama yang menghambat keharmonisan keluarga dan meningkatkan kerentanan psikologis pada pasangan yang menikah muda.
Copyrights © 2025