Penelitian ini memanfaatkan abu bonggol jagung sebagai bahan tambahan (admixture) atau pengganti sebagian semen pada beton Self-Compacting Concrete (SCC). Abu hasil pembakaran bonggol jagung mengandung silika yang berpotensi sebagai bahan pozzolan. Limbah ini banyak dihasilkan di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh abu bonggol jagung terhadap kuat tekan dan flowability beton SCC. Variasi kadar abu bonggol jagung yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat semen. Pengujian meliputi uji slump flow dan T500 flowability untuk menilai kelecakan beton, serta uji kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan hingga 15% masih memenuhi kriteria SCC normal, sedangkan campuran 20% bersifat lebih kaku. Waktu sebar (T500) seluruh campuran berada dalam rentang normal 2,5–4,9 detik. Kuat tekan optimum diperoleh pada campuran 5% abu bonggol jagung dengan nilai 36,6 MPa pada umur 7 hari dan 48,9 MPa pada umur 28 hari. Kadar abu di atas 15% menurunkan kuat tekan secara signifikan.
Copyrights © 2025