Kualitas air minum yang aman dan higienis di lingkungan universitas merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan sivitas akademika serta mendukung reputasi institusi sebagai ruang belajar yang berkelanjutan. Salah satu risiko utama terhadap keamanan air minum dan minuman olahan di kantin kampus adalah kontaminasi Escherichia coli (E. coli), yang menjadi indikator adanya pencemaran fekal. Studi ini tidak berfokus pada uji laboratorium, melainkan pada analisis dampak kualitatif dan evaluasi kebijakan pengendalian melalui pendekatan cost–benefit. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsekuensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari potensi kontaminasi E. coli, menilai efektivitas pendekatan pencegahan berbasis investasi higienitas, serta merumuskan strategi kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang di tingkat universitas. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT dan matriks aksi strategis (Strategic Action Matrix) untuk merumuskan langkah implementasi yang realistis, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan sistem desinfeksi air, pelatihan kebersihan bagi pengelola kantin, dan pembentukan mekanisme pemantauan kualitas air secara berkala memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan dibandingkan pendekatan reaktif. Upaya preventif ini terbukti memperkuat tata kelola air kampus, meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap keamanan konsumsi, dan mendukung penerapan prinsip green campus.
Copyrights © 2025