Upaya pemberdayaan terhadap mereka sudah banyak dilakukan. Namun belum menuai hasil yang memuaskan. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan pembiayaan dan kepedulian oleh berbagai pihak, sehingga mereka berada dalam kondisi keterbelakangan dan kemiskinan. Studi kasus dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. Ada 43 kepala keluarga (KK) di Gampong Batee Meutudong Kecamatan Panga sebagai objek studi. Kriteria KK sasaran adalah KK yang memiliki basis usaha tetap di bidang pertanian rakyat tanaman pangan, peternakan, dan perikanan yang telah dilakukan oleh otoritas Sosial Kabupaten dan Provinsi. Studi dilakukan bulan Juli-September 2016. Penelitian pada Komunitas Adat Terpencil (KAT), menghasilkan model strategi pemberdayaan; (1) Inventarisasi aspirasi, (2) Kemungkinan pengembangan usaha ekonomi keluarga yang tetap, dan (3) Menyusun skala prioritas pemberdayaan, (4) Menyusun model pemberdayaan, (5) Implementasi. Hasil penelitian pada tahap awal dibangun rumah layak huni sebanyak jumlah KK yang ada di lokasi tersebut. Dukungan biaya hidup beserta dengan berbagai fasilitas sosial lainnya selama masa 2 tahun. Selanjutnya dilakukan penumbuhan jiwa wirausaha ekonomi tetap sampai dimungkinkan mandiri secara ekonomi. Dari 45 KK binaan hanya 22 KK yang memperoleh respon positif dan memiliki prospek yang bagus untuk berkembang menuju kemandirian. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya pendidikan sehingga sulit menerima perubahan, berpegang kuat pada kultur yang kurang efisien, cenderung konsumtif, dan daya dukung wilayah serta terbatas akses ke pasar.
Kata Kunci : Pemberdayaan Basis Usaha Ekonomi, KAT
Copyrights © 2017