Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan

PERBEDAAN SIFAT FISIS-MEKANIS DAN ANATOMI KAYU TUSAM (Pinus merhusii) STRAIN TAPANULI DAN STRAIN ACEH

Gunawan Pasaribu (Balai Penelitian Kehutanan Aeknauli)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2008

Abstract

Tusam (Pinus merkusii) merupakan salah satu jenis tanaman endemik pulau Sumatera yang tumbuh secara alami di Aceh, Sumatera Utara dan Kerinci. Di pulau Jawa, tusam dibudidayakan oleh Perum Perhutani. Tusam memiliki tiga strain antara lain strain Aceh, Tapanuli dan Kerinci. Strain Tapanuli memiliki banyak persamaan dengan strain Kerinci. Strain yang cukup banyak informasinya adalah yang berasal dari Aceh. Strain Tapanuli dan Kerinci relatif belum banyak informasinya. Tulisan ini memaparkan perbedaan karakteristik kayu strain Tapanuli dan Aceh. Strain Tapanuli memiliki batang lebih lurus, kulit lebih tipis dan percabangan yang minimal dibandingkan dengan strain lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis kayu strain Aceh berbeda dengan strain Tapanuli, sebagai berikut :  Berat jenis kayu strain Aceh 0,54 sedangkan berat jenis strain Tapanuli 0,48. Penyusutan volumetrik strain Aceh 7,89% sedangkan strain Tapanuli 12,38%, oleh sebab itu stabilitas dimensi strain Tapanuli akan lebih baik dari strain Aceh.

Copyrights © 2008