Penelitian ini bertujuan memahami dan menganalisis realitas yang terjadi dalam interaksi sosial anak tunagrahita. Fokus penelitian ini adalah mengungkap perilaku komunikasi verbal dan nonverbal anak tunagrahita di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh, Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan mengumpulkan data dengan menggunakan tiga teknik, yaitu pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal anak tunagrahita dalam interaksi di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Mulia, bersifat aktif namun mengalami gangguan bahasa. Sebaliknya, komunikasi nonverbal anak tunagrahita lebih bersifat komunikatif, digunakan sebagai cara untuk menyampaikan pesan, melengkapi, atau menegaskan pesan verbal. Selain itu, komunikasi nonverbal juga terlihat dalam berbagai reaksi emosi yang ditunjukkan saat berinteraksi dalam lingkungan sosial mereka.
Copyrights © 2024