Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 27,7% pada tahun 2023. Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetrik seperti persalinan prematur, perdarahan postpartum, berat bayi lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif untuk menurunkan kejadian anemia adalah melalui intervensi konseling gizi yang terstruktur dan berkelanjutan di layanan primer, termasuk pada praktek bidan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Praktek Bidan Mandiri X Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen, yaitu one group pre-test and post-test design. Sebanyak 45 responden ibu hamil trimester II–III yang mengalami anemia ringan hingga sedang dipilih secara purposive sampling. Intervensi konseling gizi diberikan secara individual sebanyak tiga kali selama satu bulan, disertai dengan media edukasi dan pemantauan konsumsi tablet zat besi. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat hemoglobin digital, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin meningkat dari 9,80 g/dL menjadi 10,70 g/dL setelah intervensi. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung = 13,92 dengan p-value = 0,000, yang berarti terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah konseling gizi diberikan. Konseling gizi secara individual dan terstruktur terbukti efektif meningkatkan status hemoglobin pada ibu hamil anemia. Intervensi ini dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal di praktek bidan mandiri sebagai strategi preventif dan promotif berbasis komunitas.
Copyrights © 2023