Policy paper ini menganalisis pengelolaan Dana Keistimewaan (Danais) di Kabupaten Bantul, yang saat ini masih berorientasi pada output fisik sehingga kontribusinya terhadap pemerataan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terbatas. Studi ini menggunakan pendekatan Results-Based Management (RBM), kriteria evaluasi OECD-DAC, teori keadilan distribusi, pembangunan inklusif, serta analisis regulasi nasional dan daerah sebagai landasan konseptual. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah berbasis data, analisis penyebab hingga akar masalah, serta evaluasi alternatif kebijakan menggunakan metode Bardach berdasarkan kriteria ekonomi, sosial, politik, dan kelayakan teknis. Temuan utama menunjukkan bahwa kendala utama Danais adalah regulasi dan indikator kinerja yang menekankan serapan anggaran, kapasitas kelembagaan yang terbatas, koordinasi lintas perangkat daerah yang belum optimal, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum berbasis data mikro-spasial. Berdasarkan evaluasi, rekomendasi kebijakan yang paling efektif adalah pembangunan sistem monitoring dan evaluasi Danais berbasis mikro spasial dengan indikator outcome–impact, mekanisme feedback loop, dan integrasi data lintas perangkat daerah, yang akan meningkatkan transparansi, partisipasi publik, dan efektivitas program untuk mendorong pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025