Atrisi karyawan merupakan tantangan bagi perusahaan karena berdampak langsung pada meningkatnya biaya pelatihan, hilangnya pengetahuan, serta menurunnya produktivitas dan stabilitas tim. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prediksi atrisi karyawan menggunakan pendekatan machine learning. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.470 data karyawan, yang telah melalui tahap preprocessing, termasuk penanganan nilai kategorikal, normalisasi, serta seleksi fitur menggunakan Recursive Feature Elimination (RFE). Untuk mengatasi ketidakseimbangan data antara kelas tidak resign dan resign, digunakan teknik SMOTE. Model logistic regression dipilih untuk mendapatkan performa terbaik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model mampu memberikan hasil yang baik dengan akurasi sebesar 0.74, ROC AUC sebesar 0.82, dan recall 0.79 pada kelas minoritas. Temuan ini diharapkan dapat digunakan oleh perusahaan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan untuk mengelola risiko atrisi secara lebih efektif.
Copyrights © 2025