Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan masih menjadi masalah kesehatan indonesia. Keberadaan jentik nyamuk sebagai indikator potensi penularan serta perilaku 3M Plus menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan pengedalian penyakit demam berdarah dengue. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara keberadaan jentik nyamuk dan perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 98 kepala keluarga dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue dengan nilai p value = 0,011 (<0,05) serta terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue dengan nilai p value = 0,002 (<0,05). Pemerintah daerah di sarankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaksanaaan program pemberantasan sarang nyamuk sangat diperlukan sebagai langkah preventif terhadap demam berdarah dengue.
Copyrights © 2024