Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan, Kota Palopo. Tingginya kasus dipengaruhi oleh sanitasi makanan yang kurang baik serta kebiasaan personal hygiene ibu yang belum optimal, seperti kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan penyimpanan makanan yang tidak higienis. Memahami hubungan kedua faktor ini penting sebagai dasar perancangan upaya pencegahan yang lebih efektif. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi makanan dan personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan, Kota Palopo. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan responden sebanyak 95 ibu yang memiliki balita, dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita (p=0,005) serta antara personal hygiene dengan kejadian diare pada balita (p=0,002). Balita dengan ibu yang memiliki kebiasaan personal hygiene rendah dan yang mengonsumsi makanan dengan sanitasi kurang baik memiliki risiko lebih tinggi terkena diare. Oleh karena itu, upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penerapan sanitasi makanan yang baik, perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan.
Copyrights © 2024