Diare adalah buang air besar yang encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Diare didefinisikan sebagai tinja yang tidak normal atau buang air besar yang lebih sering, diare bukan suatu penyakit tetapi terlihat pada kasus-kasus seperti enteritis regional, kolitis ulseratif, diare, berbagai infeksi usus. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Sanitasi Rumah Dasar dan Perilaku Buang Air Besar dengan Kejadian Diare di Desa Sabbang, Kawasan PKM Sabbang, Kabupaten Luwu Utara tahun 2025. Desain penelitian kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross-sectional dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data pada satu titik waktu untuk menilai berbagai karakteristik atau variabel yang diamati. Jumlah sampel sebanyak 272 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi dasar di rumah dengan kejadian diare (nilai p 0,024) serta antara perilaku buang air besar dengan kejadian diare (nilai p 0,016). Terdapat hubungan antara sanitasi rumah dasar dengan kejadian diare. Sanitasi rumah tangga yang buruk dapat menyebabkan lingkungan yang tidak higienis, sehingga memudahkan penyebaran kuman dan bakteri penyebab diare. Terdapat hubungan antara kebiasaan buang air besar (BAB) dan kejadian diare. Buang air besar sembarangan dapat mencemari lingkungan, terutama air dan tanah, dengan kuman penyebab diare.
Copyrights © 2025