Every business needs accounting records and reports. This also applies to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). If you look at the applicable provisions, the meaning of MSMEs is measured by the size of the business's net assets and its circulation or gross sales. With applicable regulations, businesses entering MSMEs must be measured by financial reports. The problem with Cirebon Batik UKM in "KALITENGAH" Village, "TENGAH TANI" District, CIREBON Regency which has not recorded its finances through accounting records. The DKI Higher Education Accounting Lecturers Forum coordinates Community Service (PKM) activities in the village to carry out accounting recording literacy. Counseling and training on accounting records for Cirebon Batik SMEs is carried out using a simple method, namely using the "Taberlaris" model. By carrying out simple accounting counseling and training, it is hoped that SMEs will begin to carry out accounting records for their financial transaction. ABSTRAK Setiap usaha membutuhkan catatan dan laporan akuntansi. Hal ini juga berlaku bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jika melihat ketentuan yang berlaku, pengertian UMKM diukur dari besar kecilnya kekayaan bersih usaha dan peredaran atau penjualan kotornya. Dengan aturan yang berlaku, usaha yang masuk ke UMKM harus diukur dengan laporan keuangan. Permasalah pada UKM Batik Cirebon Desa "KALITENGAH" Kecamatan "TENGAH TANI" Kabupaten CIREBON yang belum mengadakan pencatatan keuangan nya melalui catatan akuntansi. Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi DKI mengkoordinir kegiatan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) di desa tersebut untuk melakukan literasi pencatatan akuntansi. Penyuluhan dan latihan catatan akuntansi bagi UKM Batik Cirebon dilaksanakan dengan metode yang sederhana, yaitu menggunakan model "Taberlaris". Dengan dilakukan penyuluhan dan pelatihan akuntansi sederhana ini diharapkan para UKM mulai melakukan pencatatan akuntansi bagi transaksi keungan mereka.
Copyrights © 2024