Sugar Glider atau possum layang adalah hewan mamalia berkantung yang di sebut juga marsupial. Sugar Glider merupakan hewan endemik yang berasal dari papua. Hewan yang mempunya nama latin Petaurus breviceps ini terlihat seperti tupai, tetapi memiliki selaput di antara tangan dan kaki yang bisa membantunya “terbang” antar-dahan atau bahkan antar-pohon. Nama Sugar Glider mengacu pada makanan yang di konsumsi oleh hewan ini yang mengandung gula dan rasanya manis, seperti buah-buahan dan glider yang berarti mampu melayang atau terbang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kelayakan terhadap usaha budidaya Sugar Glider di wilayah kota Bogor dilihat dari aspek non finansial yaitu aspek pasar, aspek hukum, aspek teknis dan aspek lingkungan dan aspek finansial. Sehingga modal yang telah diinvestasikan dalam bisnis ini dapat lebih efektif dan pelaksanaan serta output yang dihasilkan menjadi maksimal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan pengamatan secara langsung hanya pada dua pelaku usaha budidaya Sugar Glider di kota Bogor, yaitu usaha Luv Glider dan Aries Glider. Kedua pelaku usaha tersebut telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebagai pelaku usaha budidaya Sugar Glider di kota Bogor. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan dan laporan penjualan serta literatur yang relevan dengan penelitian berupa buku-buku, hasil penelitian terdahulu, dan publikasi internet. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis kelayakan aspek non finansial seperti aspek pasar, aspek hukum, aspek teknis dan aspek lingkungan. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis kelayakan berdasarkan kriteria investasi. Aspek finansial pada usaha Luv Glider menunjukkan bahwa payback period selama 2 tahun 2 bulan 7 hari, NPV sebesar Rp 4,089,123, IRR sebesar 25.77 persen, dan profitability index 1.36. dan Aspek finansial pada usaha Aries Glider menunjukkan bahwa payback period selama 2 tahun 3 bulan 6 hari, NPV sebesar Rp 16,721,606, IRR sebesar 27.20 persen, dan profitability index 1.35. Hasil analisis kelayakan ini menunjukkan bahwa usaha budidaya Sugar Glider di kota Bogor layak berdasarkan aspek pasar, aspek hukum, aspek teknis, aspek lingkungan dan aspek finansial.
Copyrights © 2021